Cara Mengelola Pinjaman UKM Secara Baik dan Benar

Salah satu jenis usaha yang menjamur di masyarakat adalah usaha kecil dan menengah yang sering disebut UKM. Setiap tahun jumlah ukm-ukm baru bermunculan di tanah air di perkotaan maupun di pedesaan.

Namun dalam membangun sebuah UKM baru yang menguntungkan diperlukan suatu keterampilan khsusus yang tersendiri. Seperti dalam pengelolaan keuangan usaha. Contohnya mampu mengelola pinjaman UKM secara baik dan benar.

Bagaimana Cara Mengelola Pinjaman UKM Secara Baik dan Benar?

1.Memahami pentingnya pengelolaan pinjaman UKM dikelola secara baik

Langkah pertama untuk cara mengelola pinjaman UKM adalah dengan menyadari betapa pentingnya pengelolaan pinjaman UKM untuk pengembangan bisnis. Karena uang itu bukan milik perusahaan tapi uang milik orang lain sehingga harus dikembalikan.

Pengelolaan pinjaman ukm secara baik dilakukan dengan cara memutar uang tersebut agar lebih produktif dan menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Sehingga pinjaman ukm dapat terbayar  sampai lunas.

2.Penyusunan rencana keuangan usaha

Penyusunan rencana keuangan bisnis berkaitan dengan rencana pemakaian dari pinjaman UKM tersebut yang mesti harus memberikan manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan secara baik. Pembuatan rencana keuangan usaha mesti dilakukan secara cermat dan lebih spesifik hingga mencukupi.

Pendek kata, menyusun rencana keuangan usaha dilakukan sesudah mendapatkan pinjaman UKM untuk modal biaya operasional ataupun modal investasi usaha.

3.Mengetahui sumber pinjaman modal usaha UKM

Cara mengelola pinjaman UKM akan bisa dilaksanakan dengan baik jika pelaku usaha itu sendiri mengetahui sumber pinjaman UKM.  Beberapa lembaga  perbankan menyediakan layanan pinjaman UKM secara mudah dan cepat. Seperti BRI. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah untuk mengembangkan bisnisnya menuju arah lebih besar lagi.

Pada era saat ini ditengah arus globalisasi dan industri 4,0 membuat segala kemudahan dapat dirasakan oleh pelaku usaha skala kecil, mikro, dan skala menengah (UMKM). Terutama  dalam soal pemasaran, pembiayaan modal usaha dan membuka suatu usaha baru dengan lancar dan menguntungkan.

Untuk masalah pembiayaan atau modal usaha dapat diperoleh dengan berbagai macam cara. Dari mulai modal usaha gratisan seperti hibah atau bantuan modal usaha dari pemerintah. Selain itu ada juga pinjaman modal usaha dari lembaga swasta khusus bagi UKM dengan bunga sangat rendah.

Cara mendapatkan pinjaman UKM dapat pula dilakukan pengajuan secara online. Misalkan dengan adanya  pinjaman online maupun menggunakan situs peer to peer landing di Indonesia. Seperti Akseleran.

P2p  lending adalah wadah sebagai tempat pembiayaan bagi usaha agar dapat berjalan lancar dengan sistem bagi hasil atau bunga yang diterapkan sesuai kesepakatan bersama antara pihak investor dan pengelola usaha yang memerlukan pinjaman dana.

Akseleran merupakan lembaga Fintech yang memberikan keuntungan bagi investor dan pelaku usaha itu sendiri. Pelaku usaha akan mendapatkan bantuan pinjaman usaha UKM. Sedangkan bagi investor akan mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.

4.Memakai pinjaman ukm pada sektor yang tepat

Pinjaman UKM diperuntukkan untuk kepentingan usaha. Anda jangan pernah menggunakan pinjaman ukm untuk kepentingan konsumsi pribadi karena tidak sesuai dengan peruntukannnya dan menyalahi aturan. Penggunaan pinjaman UKM untuk kebutuhan pribadi harus dihentikan secepat mungkin.

5.Menentukan besaran pinjaman UKM sesuai kebutuhan

Setelah memutuskan hendak melakukan pinjaman modal  usaha untuk UKM pada lembaga perbankan maka seorang pelaku usaha  bisa menentukan besaran nominal uang yang dibutuhkan. Seperti melakukan pinjaman uang sebesar Rp300 juta. Uang sebesar itu bisa dipergunakan untuk memperluas pangsa pasar, promosi,  dan kegiatan usaha lainnya.

6.Melakukan pencatatan  keuangan bisnis secara rapi

Terakhir, cara mengelola pinjaman UKM secara baik dan benar adalah melakukan pencatatan keuangan usaha sedetail mungkin dan rapi. Misalkan pencatatan pengeluaran usaha dan mencatat penerimaan usaha secara lengkap.

Hal tersebut  sangat penting untuk mengukur tingkat keuntungan ataupun arus kas masuk dan keluar baik tidaknya. Selain itu, jangan lupa, untuk membayar angsuran pinjaman ukm tersebut secara tepat waktu hingga lunas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.